NEW RELEASE
Thursday, 10 September 2020 13:59

 

BOGOR, 10 SEPTEMBER 2020

 

Kolaborasi Kementerian Sekretariat Negara, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional/BKKBN dan United Nations Population Fund (UNFPA) dalam Penyelenggaraan Webinar Internasional tentang

Kemitraan Strategis untuk Pemuka Agama Islam Malaysia

Pandemi COVID-19 tidak menghalangi Pemerintah Indonesia (c.q. Kementerian Sekretariat Negara/Kemensetneg dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional/BKKBN) untuk mewujudkan komitmen program Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular (KSST) di tahun 2020. Bekerja sama dengan United Nations Population Fund (UNFPA), Kemensetneg dan BKKBN menyelenggarakan South-South and Triangular Cooperation (SSTC) Webinar on Strategic Partnership with Muslim Religious Leaders in Family Planning, Reproductive Health, and in Prevention and Response to Violence Against Women and Child Marriage pada tanggal 10 September 2020 yang diikuti oleh 30 peserta dari Malaysia.

 

Webinar dibuka dengan sambutan Nanik Purwanti, Kepala Biro Kerja Sama Teknik Luar Negeri, Kemensetneg. Turut hadir juga pada kesempatan tersebut adalah Prof. Rizal Martua Damanik, Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan, BKKBN; Anjali Sen, perwakilan UNFPA Indonesia; Marcela Suazo, perwakilan UNFPA Malaysia, dan Hairil Fadzly Md Akir, perwakilan Lembaga Penduduk dan Pembangunan Keluarga Negara (LPPKN) Malaysia.

Dalam sambutannya, Nanik menyebutkan bahwa program keluarga berencana merupakan salah satu program prioritas KSST yang dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia. Hal ini didasari keterlibatan pemuka agama dalam program keluarga berencana di Indonesia yang keberhasilannya telah menjadi perhatian global. Sejak 2006, Kemensetneg, BKKBN, dan UNFPA telah melaksanakan 25 program KSST di bidang keluarga berencana, yang telah diikuti oleh lebih dari 300 peserta dari 20 negara. “Dengan berpatisipasi dalam webinar ini, peserta akan mendapatkan pengetahuan dan pengalaman yang penting mengenai konsep keluarga berencana dalam perspektif agama, khususnya agama Islam” tambahnya.

 

Prof. Rizal menyampaikan bahwa semakin banyak negara yang berminat belajar dari Pemerintah Indonesia mengenai konsep keluarga berencana terutama dengan menggandeng pemuka agama. Lebih lanjut, Prof. Rizal menyampaikan bahwa saat ini, para pemuka agama di Indonesia telah secara aktif terlibat dalam program-program advokasi BKKBN, termasuk dalam pemberian dukungan kepada komunitas-komunitas agama.

Senada dengan Prof. Rizal, Hairil Fadzly Md Akir juga menyebutkan bahwa keterlibatan pemuka agama merupakan faktor yang penting dalam keberhasilan progam keluarga berencana. Pemerintah Malaysia sekarang sedang fokus pada penanganan kekerasan dalam rumah tangga yang disebabkan oleh kurangnya kesiapan pasangan suami-istri sebelum menikah. Ia pun menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program ini karena dapat menjadi solusi dari masalah-masalah yang sedang dihadapi Malaysia.

Di sisi lain, dalam sambutan perwakilan UNFPA di Indonesia dan di Malaysia, kedua perwakilan menegaskan komitmen UNFPA untuk bekerja sama dengan negara-negara berkembang dalam pengelolaan program-program terkait populasi, terutama dalam bentuk transfer pengetahuan. Anjali Sen menggarisbawahi besarnya jumlah populasi muslim dan prioritas kedua negara untuk mencapai kesetaraan gender.  Marcela Suazo menambahkan bahwa KSST merupakan hal yang sangat vital untuk mencapai Sustainable Development Goals (SGDs).

 

Hal ini seturut dengan harapan Kemensetneg agar kemitraan strategis antara Indonesia dan negara-negara sahabat menjadi lebih kuat guna mempercepat pembangunan yang dapat menjadi solusi untuk mengatasi masalah-masalah global. Karena itu, Kemensetneg sebagai koordinator dalam pelaksanaan program-program KSST akan terus berusaha untuk meningkatkan kualitas program-program yang dilaksanakan.

 

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi pemaparan terkait keluarga berencana, kesehatan reproduksi, dan pencegahan dan respons terhadap kekerasan berbasis gender dan pernikahan anak dari beberapa narasumber, yaitu, Furqan la Faried, Nur Rofiah, Alissa Wahid, Risman, dan Samidjo serta Dr. Hamizah Mohd Hassan dari LPPKN Malaysia. (Kemensetneg).

 

Demikian siaran pers ini untuk disebarluaskan.

 

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi

Biro Kerja Sama Teknik Luar Negeri

Kementerian Sekretariat Negara

T: +6221 38901135

E: This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

Web: http://ktln.setneg.go.idhttps://isstc.setneg.go.id/

 

Bureau for Technical Cooperation

State Secretariat of__

the Republic of Indonesia__

Jl. Veteran III No. 9__

10110__

Jakarta__

Indonesia__

Ph. +62-21-3846463__

Fax +62-21-3866579__

email: indonesia.sstc@setneg.go.id__

http://isstc.setneg.go.id__