Kemensetneg dan Kemenperin Berkolaborasi Mendukung Perkembangan Industri Kecil dan Menengah Melalui Pelatihan Internasional
Monday, 30 December 2019 08:10

Pemerintah Indonesia melalui Biro Kerja Sama Teknik Luar Negeri (KTLN), Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin), bekerja sama dengan Colombo Plan, menyelenggarakan pelatihan internasional “Capacity Building Program on Enhancing the Development of Small and Medium Industry” pada tanggal 2 s.d 13 Juli 2019 di Surabaya. Pelatihan ini bertujuan untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki oleh Indonesia terkait pengembangan industri kecil dan menengah kepada negara-negara anggota Colombo Plan.

Indonesia telah menjadi tuan rumah pelatihan tersebut untuk keempat kalinya, setelah menjadi tuan rumah pada 2016 di Bali, 2017 di Yogyakarta, dan 2018 di Bandung. Pada pelatihan tahun ini, terdapat 19 peserta yang berasal dari 14 (empat belas) negara, yaitu Afghanistan, Bangladesh, Bhutan, Brunei Darussalam, India, Indonesia, Iran, Laos, Maladewa, Malaysia, Myanmar, Nepal, Pakistan, dan Sri Lanka.

 

Pelatihan dibuka secara resmi di Hotel Novotel Samator, Surabaya, pada tanggal 2 Juni 2019. Acara pembukaan dihadiri oleh Dr. Ir. Gogor Oko Nurhayoko, Staf Ahli Bidang Politik, Pertahanan, dan Keamanan, Kemensetneg dan Gati Wibawaningsih, Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah dan Aneka, Kemenperin. Dalam sambutannya, Bapak Gogor Oko Nurhayoko mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan komitmen Pemerintah Indonesia dalam mengimplementasikan Kerja Sama Teknik Selatan-Selatan (KSST) dengan berbagi pengalaman Indonesia dalam hal pengembangan industri kecil dan menengah kepada peserta. Ia juga mendorong peserta untuk berpatisipasi aktif dalam sesi pelatihan dan juga berbagi pengalaman dari negara masing-masing.

Senada dengan Bapak Gogor, Ibu Gati Wibawaningsih menyampaikan bahwa tujuan pelatihan ini adalah untuk berbagi pengalaman dan success story Indonesia dalam mengembangkan industri kecil dan menengah. Ia juga berharap pengetahuan yang diperoleh dari pelatihan ini dapat diimplementasikan sehingga menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan  kerja.

Pada pelatihan ini, peserta belajar mengenai perkembangan industri kecil dan menengah di Indonesia melalui ­sesi dalam kelas dan kunjungan lapangan. Topik-topik sesi dalam kelas yang peserta pelajari antara lain adalah peran Pemerintah Indonesia dalam mendukung perkembangan industri kecil dan menengah, peran layanan pengembangan bisnis dalam pengembangan industri kecil dan menengah, dan fasilitasi ekspor dan impor untuk industri kecil dan menengah.

Dalam kunjungan lapangan, peserta mengunjungi berbagai pelaku industri kecil dan menengah di Jawa Timur, yaitu PT Legong Bali (aneka kerupuk), Verne Indonesia (tas), Batik Negi (batik), Dientje Aksesoris (perhiasan), Fashion Shoes (sepatu), dan Sokressh (makanan ringan dari apel). Selain itu, peserta berkesempatan mengikuti lokakarya pembuatan sepatu di Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia (BPIPI).

Industri kecil dan menengah memiliki peran yang besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi tidak hanya Indonesia, tetapi juga negara-negara lain. Melalui pelatihan ini, Pemerintah Indonesia berharap peserta mendapatkan pengetahuan lebih tentang perkembangan industri kecil dan menengah dan menerapkannya di negara masing-masing. Selain itu, diharapkan hubungan baik antara Indonesia dan negara-negara peserta pelatihan dapat terus meningkat.

 

 

Bureau for Technical Cooperation

State Secretariat of__

the Republic of Indonesia__

Jl. Veteran III No. 9__

10110__

Jakarta__

Indonesia__

Ph. +62-21-3846463__

Fax +62-21-3866579__

email: indonesia.sstc@setneg.go.id__

http://isstc.setneg.go.id__