Pembukaan Training of Trainers on Climate Field School 2019
Thursday, 22 August 2019 09:25

Dalam rangka Kerja Sama Teknik Selatan dan Triangular (KSST), Biro Kerja Sama Teknik Luar Negeri (KTLN), Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan Colombo Plan menyelenggarakan pelatihan internasional bertajuk “Training of Trainers on Climate Field School” pada tanggal 16 s.d 23 Juni 2019 di Grand Mercure Harmoni, Jakarta dan Pusdiklat BMKG, Bogor. Pelatihan dihadiri oleh 19 (sembilan belas) peserta dari Bangladesh, Indonesia, Laos, Myanmar, Nepal, Papua Nugini, dan Sri Lanka

 

Acara pembukaan pelatihan dilaksanakan pada hari Senin, 17 Juni 2019, di Grand Mercure Harmoni, Jakarta dan dihadiri oleh Dr. Ir. Gogor Oko Nurharyoko, Staf Ahli Bidang Politik, Pertahanan, dan Keamanan, Kemensetneg; Drs. Herizal, Deputi Bidang Klimatologi, BMKG; Phan Kieu Thu selaku Sekretaris Jenderal Colombo Plan; dan Nanik Purwanti, Kepala Biro KTLN, Kemensetneg.

Bapak Gogor dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan perwujudan komitmen Pemerintah Indonesia menyusul Consultative Committee Meeting ke-46 yang dilaksanakan di Vietnam pada Oktober 2018. Ia menambahkan bahwa Indonesia merupakan pilihan tepat mengingat isu perubahan iklim dan pertanian bukanlah hal baru dalam kehidupan pertanian di Indonesia. Ia juga memberikan sambutan hangat atas kedatangan para peserta dan berharap tamu negara-negara sahabat ini dapat mengambil manfaat dari pelatihan ini.

Ibu Phan Kieu Thu menyampaikan apresiasi kepada Indonesia atas terselenggaranya pelatihan ini dan mengatakan bahwa Indonesia telah menjadi pemain penting dalam skema KSST. Ia menambahkan bahwa pelatihan kali ini merupakan bentuk nyata partisipasi aktif Pemerintah Indonesia dalam mendukung Colombo Plan sejak menjadi anggota pada 1953.

Terkait dengan substansi pelatihan, Bapak Herizal menyampaikan bahwa Cimate Field School (CFS) dirancang sebagai ”responsive farming” untuk membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan tentang pengaruh perubahan iklim terhadap semua kegiatan pertanian. Ia menambahkan bahwa CFS merupakan success story Indonesia sehingga penting untuk disebarluaskan kepada negara-negara lain.

Pada akhir pelatihan ini, para peserta diharapkan dapat mempresentasikan sebuah action plan yang nantinya akan diimplementasikan di negara masing-masing. Para peserta juga diharapkan dapat mendiseminasikan pengetahuan yang telah mereka dapatkan dari pelatihan kepada para petani di negara masing-masing agar mereka dapat menerapkannya pada kegiatan pertanian.

Melalui KSST, Kemensetneg mengharapkan terciptanya solidaritas antarnegara berkembang sekaligus menguatkan kemitraan strategis dengan negara-negara sahabat dalam rangka menuju kemandirian bersama dan mempercepat pembangunan yang dapat menjadi solusi untuk mengatasi masalah-masalah global. KSST juga menjadi kesempatan yang baik bagi Indonesia untuk belajar dari pengalaman pembangunan bangsa lain.

 

Bureau for Technical Cooperation

State Secretariat of__

the Republic of Indonesia__

Jl. Veteran III No. 9__

10110__

Jakarta__

Indonesia__

Ph. +62-21-3846463__

Fax +62-21-3866579__

email: indonesia.sstc@setneg.go.id__

http://isstc.setneg.go.id__